Translate

Jumat, 22 Mei 2015

Kekuatan Tulisan

Rabu sore itu saya sudah berniat untuk tidak akan berpuasa keesokan harinya. Apa pasal? Sesorean saya merasa ada yang tidak beres dengan tenggorokan saya. Ada semacam rasa sakit sesaat setelah menelan makanan. Sepertinya saya terkena radang tenggorokan sehingga saya butuh banyak minum. Kalau begitu, besok saya tidak perlu berpuasa jika tidak ingin sakit ini semakin menjadi-jadi, begitu saya membuat kesimpulan.

Iseng saya melakukan blog-walking ke blog teman-teman saya. Pertama-tama, saya membuka dashboard Blogspot untuk mengecek tulisan terbaru di beberapa blog yang saya ikuti. Munculah sebuah judul di blog Mari yang menarik hati saya untuk membacanya. Peperangan yang Tak Boleh Usai, demikian Mari memberi judul pada tulisan terbarunya itu. 

Hanya dengan sekali klik, laman blog sahabat saya ini langsung terpampang di layar komputer saya. Baik-baik saya membaca setiap kata yang Mari tuliskan. Terhenyaklah saya saat tiba pada kalimat, "Seperti jika aku ragu untuk berpuasa, maka suara itu akan berkata “ Badanmu lagi nggak enak kan, udah nggak usah puasa aja.” atau “ Hari ini kan ada acara makan-makan, besok aja puasanya lagi.” Suara yang ini lebih mudah kucerna dan kuterima daripada suara satunya, “ Ayo puasa, kamu kan kuat. “ atau “ Apa yang kamu khawatirkan, ayo luruskan niat”.

Hei, kenapa ini pas sekali dengan keadaan saya? Allah sepertinya sedang mengingatkan saya lewat tulisan Mari. "Baiklah, besok saya akan berpuasa. Saya sehat, saya kuat!" saya memberi afirmasi positif pada diri saya. Segera setelah selesai membaca tulisan Mari, saya minum bergelas-gelas air putih hingga malam sebelum tidur untuk menghalau sakit tenggorokan saya. Ajaibnya, keesokan dini harinya saat saya makan sahur, sakit itu sama sekali sudah tidak terasa lagi. Dan sehariannya pun saya bisa berpuasa tanpa hambatan apapun. Alhamdulillah, ya Rabb.

Tetiba saya berfikir, apa jadinya bila sore itu Allah tidak mengilhamkan pada saya untuk melakukan blog-walking? Kali ini saya benar-benar merasa campur tangan Allah begitu nyata dalam menuntun langkah saya. Tentu saja harapan saya adalah hari esok dan seterusnya Allah selalu melakukan yang demikian pada saya, lewat segala perantara, tidak melulu lewat tulisan. 

Terkhusus tentang tulisan, saya sepertinya memang tipe orang yang mudah terinspirasi dan tergerak setelah membaca tulisan-tulisan yang memang inspiratif. Namun sayangnya, rasa malas membaca kadang masih melanda saya dengan berbagai alasan, terlebih membaca terjemahan Al-Quran (astaghfirullahal'adzim). Maka, doa saya kali ini adalah semoga segera setelah ini saya menjadi lebih gemar membaca. Juga, semoga Allah selalu memudahkan hati saya untuk menangkap semua pelajaran baik dari setiap tulisan yang saya baca sehingga raga saya terasa ringan  menyontoh kebaikan itu. Semoga.


4 komentar:

mariana suci swastika mengatakan...

huwaa Dituull..aku pun ngeri-ngeri sedap nulisnya..benar-benar peperangan itu nyata terjadi..semoga kita semakin kuat untuk istiqomah ya..

Lia Wibyaninggar mengatakan...

Waaah, ada Mbak Tikaaa. Boleh dong mbak follow2an. haha (eh, komenku out of the context. Maap, mbak Dita. wkwk)

Metias Kurnia Dita mengatakan...

Iyooo Mar!! Peperangan ini bisa datang kapan aja. Semoga kita istiqomah ya:-)

Metias Kurnia Dita mengatakan...

Hahaa... gak papa dek.. sila saling follow2an gih..